Bagaimana Menyikapi Teka-teki Hidup?

Menjalani hidup dalam hari-hari yang penuh ujian, tantangan dan harapan, terkadang semangat dan kekuatan motivasi kita menurun. Api semangat yang berkobar-kobar pun meredup. Penyebabnya bisa datang dari dalam diri kita sendiri, terkait dengan persepsi dan konsepsi kita terhadap segala permasalahan dan cobaan hidup yang mendera. Juga bisa disebabkan oleh kondisi di luar diri kita, yang acapkali menggoda dan mencobai daya tahan dan sikap mental kita dalam menyikapinya.

Sebagai manusia biasa, kita dapat mengalami penurunan daya juang dan motivasi positif dalam menjalani keseharian hidup, menunaikan tugas-tugas pekerjaan kita, memenuhi tanggung jawab dalam berbagai peran sosial manusiawi kita yang dijalani. Dengan alasan dan sebab yang berasal dari dalam ataupun dari luar kedirian kita. Hidup terasa sempit, jenuh dan menjemukan. Semuanya hampir sampai ke titik nol. Hal demikian juga saya alami, hingga keadaan ini berbalik drastis ‘hanya’ dengan hal yang sangat sederhana: sebuah teka-teki.

Berawal dari mampirnya dua orang anak salah seorang pimpinan saya di kantor, sepulang dari sekolah dasar mereka, yang mengajukan sebuah teka-teki sederhana kepada saya seperti berikut: “Ibunya Andi punya empat orang anak. Nama masing-masing anak adalah Ende, Indi, dan Undu. Siapakah nama anak yang keempat?” Beberapa tebakan jawaban saya tidak dapat menjawab teka-teki ini. Sayapun menyerah dan mereka memberikan kunci jawaban yang tidak saya pikirkan sebelumnya. Kunci jawaban ini pula yang membuat saya tertawa tergelak-gelak hingga melupakan beban dan jenuh hidup yang menimpa. Tawa yang seakan melunturkan semua beban itu.

Teka-Teki Hidup

Boleh dikatakan bahwa hidup manusia seperti sebuah teka-teki besar. Saat di alam rahim, arahan takdir hidup manusia memang telah ditentukan terkait dengan jodoh, rezeki, dan mati. Namun itu semua masih menyisakan teka-teki di belakangnya. Dengan siapa kita berjodoh, bagaimana benang merah pertemuan kita dengan jodoh yang telah ditentukan sebelum kita lahir, jalan apa yang harus ditempuh guna menyongsong perjumpaan dengan jodoh kita; masih menyisakan tanda tanya besar bagi kita, menjadi teka-teki hidup kita. Begitu juga dengan rezeki: dari arah mana rezeki datang, dengan jalan apa rezeki kita songsong, bagaimana kita mengusahakan rezeki kita, ada di mana rezeki kita berada, bagaimana rezeki yang ada kita manfaatkan; menyisakan tanda tanya yang harus dicari jawabnya. Adapun kematian, ia menjadi sesuatu yang pasti dialami setiap manusia. Yang menjadi tanda tanya adalah kapan ia datang, dengan cara apa atau bagaimana ia menjemput, dan di bumi yang mana ia menyambangi manusia untuk memutuskan dan menuntaskan perjalanan hidup manusia di dunia.

Itulah mengapa, kehidupan dapat dipandang sebagai rangkaian pertanyaan yang membutuhkan jawaban, yang setiap jawaban menimbulkan pertanyaan baru yang meniscayakan jawaban kembali. Dan tidak menutup kemungkinan suatu jawaban bagi suatu pertanyaan menjadi semacam petunjuk untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya. Demikian seterusnya, pertanyaan muncul secara konsisten dan terus menerus sepanjang kehidupan manusia, sehingga manusia dituntut untuk selalu mencari jawabnya. Interaksi dialogis antara pertanyaan, proses pencarian jawaban dan jawaban yang berhasil ditemukan inilah yang membuat kehidupan manusia menjadi dinamis, lebih bermakna dan mendewasa.

Kehidupan sebagai sebuah teka-teki besar, juga memiliki potensi untuk ‘menyesatkan’ manusia di dalam belantara teka-tekinya. Sehingga teka-teki tak kunjung terjawab, atau jawaban yang ditemukan ternyata tidak menjawab teka-teki bahkan ternyata salah. Agar tidak tersesat arah, manusia membutuhkan pedoman dan petunjuk agar teka-teki kehidupan dapat disikapi dan dijawabnya dengan benar. Hal-hal berikut niscayanya menjadi pegangan/pedoman bagi kita:

  1. Kitab Suci, sesuai dengan agama yang kita anut
  2. Kisah Nabi dan Rasul
  3. Kisah dan hikmah dari orang lain. Bisa tokoh-tokoh yang terkenal, orang yang kita kenal atau person yang tidak sengaja kita jumpai entah di mana saja
  4. Alam semesta dan seisinya

Menghadapi dan menyikapi segala bentuk teka-teki hidup, menjadi “kewajiban” bagi kita untuk mendayagunakan dengan optimal segenap potensi akal pikiran dan rasa kita.

Menjawab Teka-Teki

Telah mendapat inspirasi menjawab teka-teki di awal tulisan ini, dan apakah Anda menjawab nama anak yang keempat dengan nama Ondo atau Anda? Berarti alternatif jawaban kita sama dan itu berarti teka-teki ini belum terjawab. Jawabannya ternyata cukup sederhana dan tidak jauh dari pertanyaan yang ditanyakan. Nama anak yang keempat adalah: Andi. (Endingnya nyambung ndak, ya?)

Tinggalkan Balasan